Infografis Inflasi Bali Januari 2024

Pada Januari 2024, tekanan harga di Provinsi Bali semakin terkendali, tercermin dari penurunan harga (deflasi) sebesar 0,09% (mtm), atau inflasi 2,61% (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan kenaikan harga (inflasi) bulan sebelumnya sebesar 0,48% (mtm).

Deflasi atau penurunan harga terutama berasal dari turunya harga cabai rawit, buncis, cabai merah, bensin, dan ikan tongkol. Sementara itu, komoditas yang menyumbang inflasi atau terjadi kenaikan harga adalah bawang merah, tomat, bawang putih, pisang, dan iuran pembuangan sampah.

Mulai Januari 2024, cakupan kota pemantauan inflasi di Bali yang semula hanya Denpasar dan Singaraja, telah diperluas hingga mencakup Badung dan Tabanan. Secara spasial, Denpasar mengalami deflasi sebesar -0,08% (mtm) atau inflasi sebesar 2,12% (yoy), Badung mengalami deflasi sebesar -0,01% (mtm) atau inflasi sebesar 2,62% (yoy), Singaraja mengalami deflasi sebesar -0,22% (mtm) atau inflasi sebesar 2,80% (yoy), dan Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm) atau inflasi sebesar 3,79% (yoy).

Yuuk semeton kita belanja bijak. Agar inflasi tetap terkendali, pengeluaran tidak membengkak..!

Selengkapnya, cek infografis di atas ya!

#diSetiapMaknaIndonesia
#BankIndonesia
#Inflasi
#InflasiBali

#repost @bank_indonesia_bali