(Bali – Jumat/ Wraspati, Keliwon, Ukir, 4 Januari 2024) Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali hadir pada acara RRI Denpasar program DIALOG DENPASAR PAGI INI dengan Topik “Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok”. Adapun narasumber pada acara tersebut yaitu:
– Ketut Hadihasa (Kepala SPI Perumda Pasar Sewakadharma)
– Ketut Adiarsa (Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian, Sekretaris TPID Provinsi BALI)
– Ni Wayan Suarni (Fungsional AKP Ahli Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi BALI)
Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian menyampaikan bahwa Tahun 2024, Pemerintah Pusat melakukan penyesuaian target inflasi dari 2-4 persen di Tahun 2023 menjadi 1,5-3,5 persen mulai Tahun 2024. Pada bulan Desember 2023, tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2023 terhadap Desember 2022 atau YoY) tercatat setinggi 2,77 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi (yoy) adalah beras, cabai merah, emas perhiasan, cabai rawit dan akademi (perguruan tinggi).
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali menyepakati kegiatan pengendalian inflasi akan terus dilakukan dalam kerangka kebijakan 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Beberapa upaya pengendalian inflasi yang akan dilakukan kedepan yaitu:
1. Memantapkan pelaksanaan strategi 4K
2. Peningkatan Kualitas Data Aplikasi SiGapura
3. Peningkatan produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan
4. Optimalisasi peran TPID
5. Mendorong percepatan pembangunan pasar induk bekerjasama dengan Bank Indonesia